Sunday, 12 November 2017

"Surga" Tersembunyi di Gunung Kidul




Pantai Wedi Ombo

 Apa yang ada dibenak kalian ketika dengar kata surga?
Pastilah sebuah tempat yang indah dan didambakan oleh semua makhluk Tuhan. Lalu? Apa yang dimaksud dengan surga tersembunyi di Gunung Kidul? Ini hanya sebuah konotasi. Surga yang dimaksud disini adalah sebuah pantai yang sangat indah dan masih asri, dimana pantai tersebut terletak jauh dari keramaian dan aksesnya hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Hari ini merupakan trip di hari ke-2 (6 Mei 2017) khusus untuk menjelajah pantai di daerah Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. List destination tertuju ke Pulau Kalong. Sedikit mengulas mengenai Pantai Kalong dan alasan saya ingin berkunjung ketempat ini. Awalnya saya mengetahui Pulau Kalong dari internet. Nama Kalong itu sendiri karena pulau tersebut dulunya dihuni oleh banyak kalong (kelelawar). Selain kalong, burung gelatik juga menghuni pulau ini. Terkadang, pulau ini disebut juga dengan Pulau Gelatik. Kini Pulau Kalong menjadi spot pemancingan karena banyak lobster dan ikan cucut. Pulau kalong dihubungkan oleh sebuah jembatan gantung yang beralasakan papan. Nah, karena ingin melihat langsung Pulau Kalong itu seperti apa dan sekaligus uji nyali melalui jembatan gantung, inilah alasan saya tertarik untuk mengunjunginya.

Kami memulai perjalanan dari Malioboro dengan menggunakan kendaraan sepeda motor dan bermodalkan google serta bertanya dengan orang ditemui dijalan untuk sampai ke Gunung Kidul. Perjalanan dari Malioboro menuju Gunung Kidul memakan waktu kurang lebih 3 jam. Cukup takjub ketika sampai didaerah Gunung Kidul. Sebuah daerah perdesaan yang masih asri dan juga jarak desa yang berjauhan. Wilayah ini termasuk sepi dan jarang penduduk. Bagi kalian yang akan membawa kendaraan jangan lupa untuk cek dan service dulu, karena perjalanan menuju pantai-pantai di Gunung Kidul turun naik. Sebenarnya, dari terminal Jombor ada bus yang menuju Wonosari. Namun, bus tersebut tidak menjangkau gunung kidul. Jadi, disarankan bagi kalian yang ingin kesini lebih baik membawa kendaraan pribadi. 

Ketika sampai di kawasan Gunung Kidul banyak marka jalan yang mengarahkan ke kawasan pantai. Jadi, tidak perlu khawatir tersesat disini. Sedikit info, ternyata pantai-pantai di Gunung Kidul ini mencapai puluhan. Banyak juga ya :)
Kembali ketujuan awal, Pulau Kalong. Ada beberapa pantai yang searah dengan Pulau Kalong yaitu Pantai Wedi Ombo, Pantai Jungwok, Pantai Greweng, Pantai Sedahan, dan Pantai Sinden. 

PANTAI WEDI OMBO

Pantai Wedi Ombo

Hasil dari google dan juga bertanya pada warga setempat. Kami mengunjungi Pantai Wedi Ombo terlebih dahulu, karena dalam urutan Pulau Kalong ada di list terakhir. Masuk Pantai Wedi Ombo tidak dikenakan biaya, hanya cukup membayar parkir sebesar Rp 2.000/motor. Mengulas mengenai Wedi Ombo, pantai ini termasuk recommended bagi kalian yang membawa anak kecil. Jarak dari parkir menuju pantai tidak jauh, hanya sekitar 100 meter saja. 

Pantai ini masih asri dengan hiasan kerang-kerang yang berbalut dihamparan pasir putih dan ikan kecil yang ada digenangan sela-sela batu. Air lautnya pun sangat bening. 
Disini juga tersedia cottage bagi wisatawan yang akan bermalam.


PANTAI JUNGWOK

Pantai Jungwok

Pintu masuk Jungwok berbeda dengan Wedi Ombo, Namun, Ketika di wedi ombo, ada papan petunjuk yang mengarahkan menuju Pantai Jungwok. Kurang lebih 1 km dengan akses yang cukup luar biasa melewati jalan setapak, sawah-sawah, sungai dan sedikit bukit kecil. Sama seperti Wedi Ombo, kalian cukup membayar parkir sebesar Rp 2.000 saja. Karena kami berjalan kaki, jadi free 😅

Sesampainya di Jungwok, kami cukup kaget melihat pondok kecil (baca;warung) yang baru buka di jam 2 siang. Ternyata pantai ini lebih ramai sore sampai malam, apalagi waktu itu pas di hari sabtu (malam minggu) banyak anak-anak muda yang camping di pantai ini. Benar juga sih, ketika sampai di sini berasa pantai pribadi. Seppiiii….pengunjung hanya ada kami ber-4 saja. Pantai Jungwok ini masih termasuk pantai dengan pasir putih yang cukup luas. Ombaknyapun cukup deras. 

PANTAI GREWENG

 
Pantai Greweng


Setelah dari Pantai jungwok perjalanan belum usai. Pulau Kalong masih harus dicapai dengan melewati Pantai Greweng. Menuju Pantai Greweng itu sendiri masih harus ditempuh dengan memasuki jalan setapak yang kanan kirinya seperti perkebunan milik warga bahkan menaiki tanjakan kecil. Ingat ya, ini benar-benar jalan setapak dan hanya akses inilah untuk mencapai Pantai Greweng. Jika musim hujan, sudah dipastikan akses ini sangat licin dan becek.

Kurang lebih 20 menit (versi kami) sampailah di Pantai Greweng. Woww….ini benar-benar salah satu surga tersembunyi Gunung Kidul. Kami disambut dengan hamparan pasir putih yang halus dan sedikit aliran air dari pantai. It’s Amazing ! Ciri khas dari Greweng yaitu dua buah batu besar seolah mengapit pantai. Suasananya pun sangat sejuk. Rasa lelah berjalan kaki ratusan meter terbayarkan lunas. Sama halnya dengan Wedi Ombo dan Jungwok, Greweng tidak ada tiket masuknya. 

PULAU KALONG

Pulau Kalong

Hanya 10 menit di Greweng, kami melanjutkan perjalanan untuk menuju Pulau Kalong. Menurut cerita si mpu warung, sebelum kami meninggalkan Greweng. Pulau Kalong harus menaiki bukit dengan akses jalan setapak. Sebelum mencapai Pulau Kalong, akses terakhir melalui Pantai Sinden.  

Okay! Benar kata si mpu warung, akhirnya kami menaiki bukit yang cukup terjal. Akses kali ini sangat ekstrim dan menanjak. Sedikit saja tidak hati-hati nyawa taruhannya.
Dan…. kami salah jalan. Tepatnya salah belokan. Seharusnya masih lurus, tapi kami turun bukit yang mengarahkan ke Pantai Sedahan (kata papan petunjuk). Sayangnya pantainya sudah tidak ada lagi, sepertinya abrasi. Namun, sekitar pantai ini masih ditumbuhi cukup banyak pohon bakau yang sangat subur-subur.

Dari kejauhan terlihat seperti 2 batu besar yang saling berhadapan (seperti difoto). Nah, sebelah kiri adalah Pulau Kalong dan kanannya merupakan bukit yang dihubungkan oleh sebuah jembatan gantung.

Waktu yang sudah sangat sore untuk melanjutkan perjalanan ke Pulau Kalong. Teman-teman yang lainpun sudah terlihat lelah. Jadi, kami putuskan untuk kembali ke parkiran dan pulang ke Jogja. Setidaknya pernah melihat pulau ini meski dari kejauhan. Semoga lain waktu berkesempatan untuk menginjakkan kaki di Pulau Kalong 😃

Salam Traveller 😍

1 comment: