Saturday, 11 November 2017

Menjelajah Candi Prambanan


Candi Prambanan


Sukses menjelajah Candi Borobudur ala backpacker alias ngeteng. Kini saatnya menjelajah Candi Prambanan atau disebut juga dengan Candi Roro Joggrang yang terletak di Sleman, Yogyakarta. Membeli tiket include Borobudur+Prambanan menjadi penyemangat agar hari ini bisa sampai ke Prambanan. Dari Terminal Borobudur naik bis jurusan Terminal Jombor. Biaya yang dikeluarkan sama seperti Jombor-Borobudur hanya Rp 20.000/orang. Setibanya di Terminal Jombor, kami melanjutkan perjalanan menuju Prambanan dengan Trans Jogja No.2 B dengan rute yang dilewati Halte Condong Catur (transit naik No.3B) >> Halte Marguo (transit naik 1 A) >>  Halte prambanan. Biaya Trans Jogja juga masih sama Rp 3.500/orang sampai ke halte tujuan. Jangan lupa, kalau pakai kartu Flazz akan lebih murah (bukan sponsor loh) hehe….

Next, tiba di halte prambanan kami langsung diserbu oleh para ojek motor yang sudah menyiapkan kendaraannya untuk mengantarkan ke Candi Prambanan. Mereka menawarkan harga berkisar Rp 10.000 s/d Rp 20.000 untuk 1 orang per motornya. Karena sebelumnya saya baca di google jarak halte prambanan menuju candi tidak jauh, jadi kami berjalan kaki saja. Menghindar dari para ojek motor termasuk hal yang sulit juga, sampai keluar area halte masih saja ada yang menawarkan jasa ojeknya. Tapi, kami tetap menolak dengan lembut. 

Setelah terhindar dari para jasa ojek, kami melanjutkan perjalanan menuju Prambanan dengan menyebrang dari depan halte. Didepan halte sudah terlihat jelas pagar besi berwarna hitam. Pagar tersebut merupakan area yang mengelilingi Candi Prambanan. Kami terus berjalan menelusuri disisi pagar, sampai menemukan papan yang mengarahkan untuk masuk ke area candi. Jarak dari halte ke Prambanan sekitar 500 meter. Cukup dekat kan? Lumayan untuk pemanasan sebelum meneliingi candinya. Hehe….
Jangan bahagia dulu, jarak itu baru sampai pintu gerbang masuk saja loh! Dari gerbang masuk menuju loket utama sekitar 500 meter lagi. Jika kalian menggunakan jasa ojek bisa diantarkan sampai pintu loket. Tiba depan loket, kami hanya menunjukkan tiket yang telah dibeli include di Borobudur tadi. Harga normal masuk Prambanan sama dengan Borobudur yaitu Rp 30.000. Setelah melewati petugas checking, kami mulai menjelajah di Candi  Prambanan. Candi Prambanan berbeda dengan Candi Borobudur. Prambanan yang merupakan candi peninggalan Hindu terbesar di Indonesia berbentuk kompleks gugusan candi-candi yang lebih kecil. Selain itu, Prambanan merupakan salah satu candi termegah di Asia Tenggara yang mempunyai daya tarik wisatawan dari seluruh dunia. 

Candi Prambanan

Jika kalian ingin mengetahui sejarah detail disetiap candi, Prambanan menyediakan lokal guide untuk menemani berkeliling dikompleks candi sekalgus menjelaskan satu per satu sejarah yang terjadi di Candi prambanan ini. Masalah biaya, bisa kalian nego sendiri.
Para traveller yang tidak mau meninggalkan moment bahagia di Candi ini, tenang….spot foto disini juga tidak kalah cantik dengan Borobudur. Dari tulisan besar yang bertuliskan “Candi Prambanan”, Taman cantik dengan background kompleks candi dan masih banyak lainnya. Hal terpenting, siapkan kamera dan gaya kece kalian.

Udara sore hari di Candi Prambanan cukup sejuk. Tapi, jika ingin melihat sunset lebih indah di Candi Ratu Boko. HTM (Harga Tiket Masuk) ke Candi Ratu Boko lebih murah dari Prambanan dan Borobudur yaitu Rp 25.000/orang. Tiket menuju Ratu boko bisa dibeli include juga dengan Prambanan. Jarak dari prambanan ke Ratu Boko sekitar 1 km. Untuk menuju Ratu Boko juga sudah disiapkan shelter bis dari Prambanan (keberangkatan terjadwal). Jika kaki kalian masih kuat, bisa ditempuh juga dengan berjalan kaki . Sayangnya, kami tidak berkunjung kesana. Karena waktu sudah sore dan memang tidak ada dilist juga. Lagi pula, setelah ini masih ada trip selanjutnya. Hehe… 

Setelah puas mengelilingi Prambanan, kami langsung menuju pintu keluar. Sama seperti Borobudur, pintu keluar berbeda dengan pintu masuk dan cukup jauh juga berkeliling. Bedanya, pintu keluar Prambanan tidak seheboh Borobudur yang dihuni oleh para pedagang “oleh-oleh”. Disini lebih banyak pedagang yang menawarkan minuman ringan. Lelah mulai menghampiri. Maklum, hari ini didominasi dengan jalan kaki mengelilingi candi dari pagi. Kamipun tidak sanggup lagi berjalan kaki menuju halte. Akhirnya, kami menggunakan jasa ojek yang ada di sekitar Prambanan. Belum juga melakukan negoisasi, Ojek motornya sudah menawarkan harga Rp 5.000 untuk sampai ke Halte Prambanan. Harga ini sebandinglah dengan jarak yang ditempuh dan pastinya lebih murah dari harga yang ditawarkan saat hendak berangkat tadi. 
 
Candi Prambanan

Kami melanjutkan perjalan pulang menggunakan Trans Jogja dengan rute yang menuju Malioboro. Kali ini hanya 1 x transit. Perjalanan dari Prambanan ke Malioboro kurang lebih sekitar 1 jam-an. Setibanya di halte Malioboro, kami lanjutkan jalan kaki menuju Hotel Ismoyo untuk beristarahat sebelum trip selanjutnya.


 Salam Traveller 😍

No comments:

Post a Comment