| Candi Borobudur |
Siapa yang tak kenal dengan Candi
Borobudur? Salah satu keajaiban dunia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah.
Tak jarang, Wisatawan domestik maupun mancanegara berbondong-bondong untuk melihat bangunan bersejarah peninggalan
umat Budha ini. Nama Borobudur tak
sedikit ada di list para traveller
ketika mengunjungi Yogyakarta. Pesona bangunan berbentuk stupa ini tak pernah
bosan untuk dikunjungi.
Bagaimana untuk akses menuju Borobudur?
Okayy! Perjalanan saya mulai dari Malioboro.
Tepatnya, di hari Jum’at, 05 Mei 2017.
Pukul 06.30 WIB kami bertiga berjalan menuju halte Malioboro 1. Sembari
menunggu Trans Jogja, kami berswa
foto dulu dipapan nama “Malioboro” dan juga kursi-kursi santai yang menghiasi
pelesiran Malioboro. Tak lama, Trans Jogja yang kami tunggu telah tiba. Eitzz…jangan
asal naik ya guys, karena Trans Jogja
ini terbagi beberapa rute sama seperti Trans Jakarta. Tidak perlu khawatir, diloket
kalian bisa bertanya kepada petugas trans yang menuju terminal Jombor. Untuk
tiket trans jogja, kalian cukup mengeluarkan Rp 3.500 . Murah kan? Kalau
kalian punya kartu Flazz BCA akan
lebih murah, hanya sekitar Rp 2.500.
Tidak sampai 1 jam, kami tiba di Terminal
Jombor. Sesampainya di Terminal Jombor, kami naik bis jurusan Terminal Borobudur
dengan biaya Rp 20.000/orang. Jangan takut untuk salah naik bis, yang penting
jangan malu ataupun takut bertanya. Orang-orang disini sangat ramah dan sopan,
meski kita dari luar Jogja.
Sempat takjub juga, melihat terminal yang
satu ini. Walau kecil termasuk rapi dan bersih. Tidak hanya terminalnya saja, Bis
yang membawa kamipun tidak ada sampah sedikitpun. Driver juga mengendarai
dengan baik, tidak ugal-ugalan.
| Candi Borobudur |
Setelah 2 jam perjalanan, sampailah kami di
Terminal Borobudur. Sebenarnya, Candi Borobudur tidak begitu jauh dari terminal.
Jika berjalan kaki sekitar 10 menit. Namun, tidak salahnya mencoba
transportasi becak di kota ini. Satu becak bisa memuat 2 orang. Biayanya 10
ribu/becak (itu hasil nego). Jadi, pintar-pintarlah bernegoisasi untuk naik transportasi yang
satu ini. Kami diantarkan tepat depan gerbang
Borobudur. Disini kalian tidak perlu bingung, banyak petugas dan papan yang
mengarahkan untuk masuk menuju Candinya. Tapi, sebelum masuk candi harus ke
loket dulu. Hehe….
HTM (Harga Tiket Masuk) untuk wisatawan
domestik Rp 30.000, bagi kalian yang ingin mengunjungi Candi prambanan bisa
langsung beli tiketnya disini Rp 50.000 (lebih hemat Rp 10.000). Tapi, tiket
Prambanan berlaku untuk kunjungan pada hari
itu juga. Nah, karena kami memang niat setelah dari Borobudur akan
berkunjung ke Prambanan, jadi kami membeli tiket yang include dengan Prambanan. Lumayan loh, bagi yang backpackeran 😁
Setelah membeli tiket, kami langsung menuju
kuil Budha terbesar di dunia. Pemandangan menuju candi ini dihiasi dengan
pepohonan hijau. Yeay, awesome Borobudur!
Benar-benar takjub melihat bangunan ini, ditambah rasa bangga karena Indonesia
memilikinya. Satu persatu tangga kami naiki dan berkeliling melihat Arca Budha
dan Stupa Borobudur. Para wisatawan yang berkunjung tidak lepas dari kameranya
untuk mengabadikan momen dengan background
bangunan ini. Begitu juga dengan kami. Ingat ya! Disini tidak diperbolehkan untuk menginjak atau
menaiki patung-patung. Sedikit saja kalian melanggar, maka siap-siap lah untuk
ditegur bahkan dikeluarkan dari area candi oleh petugas.
Anak tangga dicandi ini cukup banyak, jadi siapkan
alas kaki yang nyaman. Bagi kalian yang tidak kuat panas matahari, jangan lupa
membawa topi atau payung, serta memakai sunblock. Setelah 3 jam mengelilingi
bangunan candi, saatnya untuk let’s go ke Prambanan.
Pintu gerbang keluar berbeda dengan gerbang
masuk. Sepanjang pintu keluar nanti kalian akan melihat deretan pedagang yang
menjajahkan pernak-pernik khas Borobudur. Ternyata, ini didesain dengan
tujuan mempermudah pengunjung untuk mencari oleh-oleh khas Borobudur. Barang yang diperdagangkan disini
masih termasuk murah dan bisa ditawar. Saya sendiri membeli souvenir
gantungan kunci dan patung yang menyerupai Candi Borobudur.
Setelah bertatap muka dengan para pedagang,
akhirnya kamipun sudah ada diujung pintu keluar. Kami langsung mencari becak
untuk menuju terminal. Awalnya, mau jalan kaki sambil menikmati daerah
sekitarnya. Tapi, kaki sudah tidak sanggup lagi. Setibanya di terminal pukul 12-an kami
Ishoma (Istirahat Sholat Makan) . Makanan disinipun cukup murah dan kalian tidak perlu khawatir
di patok dengan harga tinggi. Karena setiap kios warung yanga da di terminal
dipasang menu makanan beserta harganya. Jadi, kalian bisa pilih sesuai selera
dan dompet.
Setelah Ishoma, tak jauh dari tempat makan sudah ada yang
teriak-teriak “ terminal jombor…terminal jombor”. Kami langsung bergegas, untuk
naik bis tersebut karena masih akan berlanjut untuk explore prambanan. Bis dari
Terminal Borobudur menuju Terminal Jombor paling akhir hanya sampai pukul 16.00 WIB.
Jadi, bagi kalian yang tidak membawa kendaraan pribadi, baiknya atur waktu agar
tidak kehabisan bis. Jika sampai ketinggalaan bis, masih ada taksi atau pun
ojek. Namun, biayanya sudah pasti mahal.
Next Trip, Candi Prambanan .... di post selanjutnya ya 😊
Salam Traveller 😍
No comments:
Post a Comment