Saturday, 11 November 2017

Awesome Borobudur




Candi Borobudur

Siapa yang tak kenal dengan Candi Borobudur? Salah satu keajaiban dunia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Tak jarang, Wisatawan domestik maupun mancanegara berbondong-bondong untuk melihat bangunan bersejarah peninggalan umat Budha ini.  Nama Borobudur tak sedikit ada di list para traveller ketika mengunjungi Yogyakarta. Pesona bangunan berbentuk stupa ini tak pernah bosan untuk dikunjungi. 

Bagaimana untuk akses menuju Borobudur?

Okayy! Perjalanan saya mulai dari Malioboro. Tepatnya, di hari Jum’at, 05 Mei 2017.  Pukul 06.30 WIB kami bertiga berjalan menuju halte Malioboro 1. Sembari menunggu Trans Jogja, kami berswa foto dulu dipapan nama “Malioboro” dan juga kursi-kursi santai yang menghiasi pelesiran Malioboro. Tak lama, Trans Jogja yang kami tunggu telah tiba.  Eitzz…jangan asal naik ya guys, karena Trans Jogja ini terbagi beberapa rute sama seperti Trans Jakarta. Tidak perlu khawatir, diloket kalian bisa bertanya kepada petugas trans yang menuju terminal Jombor. Untuk tiket trans jogja, kalian cukup mengeluarkan Rp 3.500 . Murah kan? Kalau kalian punya kartu Flazz BCA akan lebih murah, hanya sekitar Rp 2.500.

Tidak sampai 1 jam, kami tiba di Terminal Jombor. Sesampainya di Terminal Jombor, kami naik bis jurusan Terminal Borobudur dengan biaya Rp 20.000/orang. Jangan takut untuk salah naik bis, yang penting jangan malu ataupun takut bertanya. Orang-orang disini sangat ramah dan sopan, meski kita dari luar Jogja.
Sempat takjub juga, melihat terminal yang satu ini. Walau kecil termasuk rapi dan bersih. Tidak hanya terminalnya saja, Bis yang membawa kamipun tidak ada sampah sedikitpun. Driver juga mengendarai dengan baik, tidak ugal-ugalan.

Candi Borobudur

Setelah 2 jam perjalanan, sampailah kami di Terminal Borobudur. Sebenarnya, Candi Borobudur tidak begitu jauh dari terminal. Jika berjalan kaki sekitar 10 menit. Namun, tidak salahnya mencoba transportasi becak di kota ini. Satu becak bisa memuat 2 orang. Biayanya 10 ribu/becak (itu hasil nego). Jadi, pintar-pintarlah bernegoisasi untuk naik transportasi yang satu ini. Kami diantarkan tepat depan gerbang Borobudur. Disini kalian tidak perlu bingung, banyak petugas dan papan yang mengarahkan untuk masuk menuju Candinya. Tapi, sebelum masuk candi harus ke loket dulu. Hehe….

HTM (Harga Tiket Masuk) untuk wisatawan domestik Rp 30.000, bagi kalian yang ingin mengunjungi Candi prambanan bisa langsung beli tiketnya disini Rp 50.000 (lebih hemat Rp 10.000). Tapi, tiket Prambanan berlaku untuk kunjungan pada hari  itu juga. Nah, karena kami memang niat setelah dari Borobudur akan berkunjung ke Prambanan, jadi kami membeli tiket yang include dengan Prambanan. Lumayan loh, bagi yang backpackeran 😁
Setelah membeli tiket, kami langsung menuju kuil Budha terbesar di dunia. Pemandangan menuju candi ini dihiasi dengan pepohonan hijau. Yeay, awesome Borobudur! Benar-benar takjub melihat bangunan ini, ditambah rasa bangga karena Indonesia memilikinya. Satu persatu tangga kami naiki dan berkeliling melihat Arca Budha dan Stupa Borobudur. Para wisatawan yang berkunjung tidak lepas dari kameranya untuk mengabadikan momen dengan background bangunan ini. Begitu juga dengan kami. Ingat ya! Disini tidak diperbolehkan untuk menginjak atau menaiki patung-patung. Sedikit saja kalian melanggar, maka siap-siap lah untuk ditegur bahkan dikeluarkan dari area candi oleh petugas.

Anak tangga dicandi ini cukup banyak, jadi siapkan alas kaki yang nyaman. Bagi kalian yang tidak kuat panas matahari, jangan lupa membawa topi atau payung, serta memakai sunblock. Setelah 3 jam mengelilingi bangunan candi, saatnya untuk let’s go ke Prambanan.
Pintu gerbang keluar berbeda dengan gerbang masuk. Sepanjang pintu keluar nanti kalian akan melihat deretan pedagang yang menjajahkan pernak-pernik khas Borobudur. Ternyata, ini didesain dengan tujuan mempermudah pengunjung untuk mencari oleh-oleh khas Borobudur. Barang yang diperdagangkan disini masih termasuk murah dan bisa ditawar. Saya sendiri membeli souvenir gantungan kunci dan patung yang menyerupai Candi Borobudur.
 
Candi Borobudur

Setelah bertatap muka dengan para pedagang, akhirnya kamipun sudah ada diujung pintu keluar. Kami langsung mencari becak untuk menuju terminal. Awalnya, mau jalan kaki sambil menikmati daerah sekitarnya. Tapi, kaki sudah tidak sanggup lagi. Setibanya di terminal pukul 12-an kami Ishoma (Istirahat Sholat Makan) . Makanan disinipun cukup murah dan kalian tidak perlu khawatir di patok dengan harga tinggi. Karena setiap kios warung yanga da di terminal dipasang menu makanan beserta harganya. Jadi, kalian bisa pilih sesuai selera dan dompet. 

Setelah Ishoma, tak jauh dari tempat makan sudah ada yang teriak-teriak “ terminal jombor…terminal jombor”. Kami langsung bergegas, untuk naik bis tersebut karena masih akan berlanjut untuk explore prambanan. Bis dari Terminal Borobudur menuju Terminal Jombor paling akhir hanya sampai pukul 16.00 WIB. Jadi, bagi kalian yang tidak membawa kendaraan pribadi, baiknya atur waktu agar tidak kehabisan bis. Jika sampai ketinggalaan bis, masih ada taksi atau pun ojek. Namun, biayanya sudah pasti mahal. 

Next Trip, Candi Prambanan .... di post selanjutnya ya 😊

Salam Traveller 😍

No comments:

Post a Comment