Sekitar pertengahan
tahun 2013 seorang teman kantor saya sapaan akrabnya Miss Yuni mengajak jalan
ke telaga warna yang ada di daerh puncak, Bogor. Jujur, kami sama-sama belum
tau dimana tepatnya objek wisata tersbut berada. Tapi dengan semangat saya iya
kan ajakan dia. Tadinya hanya kami berdua yang yang akan kesana, karena teman
yang lain tidak ada yang mau ikut. Namun pas hari H nya, dua orang teman kami
Miss Anggun dan Mas Vikri ternyata mau ikut. Jadilah kami janjian bertemu di
depan Botani Square tepat jam 8 pagi. Setelah kami berempat sudah berkumpul,
kami langsung melanjutkan perjalanan menuju telaga warnanya. Kami memakai motor
loh guys kesana, Miss Yuni dibonceng sm saya, sedangkan Miss Anggun dibonceng Mas
Vikri. Seperti awal yang saya katakana tadi, kami belum pernah sama sekali ke
telaga warna. Jadi, kami bertanya sana sini dengan orang yang ada disekitar
puncak. Salah satu info dari orang kami tanyakan katanya telaga warna melewati
masjid At-tawun puncak, tidak jauh dari sana. Setelah melewati masjid tersebut
kami lihat kanan kiri tidak ada tanda-tanda/banner/spanduk/giant banner yang
menunjukkan arah telaga warna berada. Huffhhtt….

akhirnya kami berhenti di Puncak
Pass nya. Kebetulan disekitar sana ada polisi yang sedang mengatur lalu lintas,
saya langsung bertanya pada polisi tersebut. Ternyata telaga warna yang kami
maksud sudah terlewat, namun tidak jauh hanya sekitar 100 meter dan ada
disebelah kanan jalan. Setelah bertanya kami langsung melanjutkan perjalanan,
kami sangat pelan-pelan sambil melihat kea rah kanan jalan. Yahhhh…benar saja
ada sebuah plang yang tidak berukuran besar yang bertuliskan tanda panah yang
menunjukkan arah telaga warna berada. OMG….Plang kecil dan menyempil diantara
tenda-tenda pedagang, serta gang yang akan kami masuk saja terpencil gitu,
bagaimana para pengunjung bisa tahu kalau telaga warna disana. Huffhhtt !!!
Setelah sampai
di parkiran motor, kami langsung menuju loket untuk membeli tiket masuknya. Di kaca
loket tertera untuk wisatawan local harga TM 2 ribu, sedangkan untuk wisatawan
asing TM 15 ribu. Hhmm….pasti kalian bertanya-tanya, kok bedanya jauh sekali
antara wisatawan local dan asing? Yah sudah lah tidak perlu dipikirkan guys…hehe….
Wooww…yang mengantri tiket masuk Miss Yuni dan tiket kami dibayarkan oleh
beliau. Makasihhh miss Yuni :* :D
Dari
pintu gerbang menuju telaga warna tidak begitu jauh lah….5 menit perjalanan
sudah sampai di telaga pertamanya. Amazing ! kami berempat saling menatap satu
sama lainnya. Objek wisatanya bernama Telaga warna, tapi kenapa yang kami lihat
hanya sebuah danau biasa tanpa warna-warna? Haha…kami langsung tertawa. Kalau
beli obat cacing, pastinya ga ada cacingnya kan guys? :D
Walaupun
harga tiket yang hanya 2 ribu dan sedikit kecewa tapi itu tidak mematahkan
semangat kami untuk lebih lama lagi disana. Kami hanya berputar-putar ditelaga
pertamanya saja, disana ada Flyingfox, tukang dagangan balon-balon dr sabun
gitu, dan dagangan lainnya juga. Ada yang lebih mengejutkan lagi guys, ternyata
di telaga warna banyak sekali monyet-monyet yang berkeliaran sana sini. Mereka
tidak dikandang ataupun dirantai, Pure mereka benar-benar dilepas dialam bebas.
Woowwww sekaliiiiiii…..monyet-monyet disana baik-baik loh, tapi jangan menaruh
makanan sembarangan guys, walaupun berada ditempat duduk dekat kita. Ketika
kita lengah dikit, si monyet suka iseng tanpa izin langsung mengambil makanan
itu, hehehe….. Sayangnya mereka sulit sekali untuk digendong. Padahal saya
ingin sekali menggendongnya. Maklum lah, saya salah satu pencinta hewan monyet
:D. Dulu sekitar 10 tahunan melihara
monyet. Hehe…Tapi, walaupun
begitu saya tidak melewatkan moment untuk berfoto dengan salah seekor monyet
yang ada disana :D.
Disana juga ada perah-perahu, tapi
perahu itu tidak bisa dipakai untuk berjalan ditelaganya. Hanya bisa masuk
kedalamnya saja, lumayanlah untuk foto-foto disana *tetep narsis* :D. Setelah
seharian kami bernarsis ceria di telaga warna, sore harinya sekitar jam 3an
kami memutuskan untuk keluar dari tempat tersebut, karena acara selanjutnya mau
mampir ke At-tawun sekalian untuk sholat dan beristarahat disana. Namun, tak
jauh dari keluar objek wisata tersebut, perut kami sudah mengamuk alias
laperrr, hehe…. Mampir lah kami untuk
memanjakan perut ke rumah makan Bumi Aki.
Hhmm….bukan
Thatya namanya kalau kemana-mana tidak narsis alias foto-foto, hehe…di rumah
makan Bumi Aki kami masih aja foto-foto.Bahkan ada yang lebih alay lagi Miss
Yuni dan Miss Anggun abis sholat ashar pada foto-foto didepan mushola.
Karena
perut kami sudah mulai dapat dikondisikan alias kenyang, kami mulai nge-gas
lagi menuju At-tawun mampir sholat maghrib & isya disana. Lagi…lagi…dan
lagi….belum juga sampai di At-Tawun kami berhenti sejenak. Tahu kah kalian apa
yang kami lakukan??? Yuppzzz…kami berhenti untuk foto-foto lagi. Haha…Entahlah
sebutan yang pantas untuk kami itu narsis atau alay -_-“. Gimana kita tidak
berhenti guys, secara pemndangan langit disenja hari amat sangat menggoda kami
untuk mengabadikannya disebuah kamera. Subhanallah sekali pemandangan langit
saat itu. Sampai-sampai kami meminta tolong pada seorang yang kebetulan ikut
berhenti juga mengabadikan pemandangan tersebut untuk fotoin kami berempat,
hehe….

Tak lama
kami lanjutkan gas ke At-Tawun, abis sholat maghrib dan isya kami
berjalan-jalan disekitar masjidnya, duduk santai sambil menikmati helaian angin
puncak. Masih seperti biasa, kamera mulai menggoda kami untuk berfoto-foto
lagi. Karena malu mau minta fotoin, lagi pula tak banyak orang yang berjalan
disekitar masjidnya, alhasil kamera dipasang Timer daaannnnnnnnnn……. Kami
langsung mengambil posisi untuk bergaya.
Karena
hari sudah cukup malam sekitar pukul 22.00, akhirnya kami putuskan untuk pulang
kerumah masing-masing. Perjalanan hari ini rasanya campur aduk, rasa sedikit
kecewa, lelah,dan pastinya ada bahagianya juga. Namun perjalanan hari ini
sangat luar biasa. Miss Anggun, Miss
yuni, dan Mas Vikri semoga kita bisa berpetualang lagi yah….. Salam kangen
berpetualang dengan kalian :*