| Around Curug Ciherang |
Hello
guys, kali ini saya trip bersama Miss Anggun , Anggi dan Fida. Jujur, ini trip
dadakan loh sekitar H-1 baru direncanakan. Ada apa di Curug Ciherang?
Yukkss…kita review.
Curug
Ciherang merupakan wisata air terjun yang terdapat di Desa Warga Jaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Ini merupakan wisata terbaru (booming)
di Kabupaten Bogor. Curug Ciherang terkenal dengan spot rumah pohon dan air terjun yang tinggi.
Kami
berangkat dari Bogor sekitar jam 8 pagi
dengan mengendarai motor. Akses menuju Curug Ciherang bisa ditempuh melalui Jalan Tarikolot, Citeureup dan lurus terus melalui Desa Sukamakmur sampai bertemu dengan pertigaan Jonggol-Alternatif Cianjur, ambil kekanan arah alternatif Cianjur. Sepanjang perjananan menuju Curug Ciherang cukup berliku dan tanjakan yang lumayan tinggi. Jadi, pastikan kendaraan yang dipakai sehat wal a'fiat dan kuat nanjak ya guys 😉
Setelah melalui perjalanan kurang lebih selama 2 jam, sampailah kami di pintu gerbang Curug Ciherang. Untuk tiket masuk dikenakan Rp 35.000/motor. Dari pintu gerbang menuju parkiran sekitar 200 meter dengan separuh jalan masih bebatuan dan pengendara harus hati-hati karena jika turun hujan jalanan cukup licin. Dari parkir menuju curugnya tidak jauh sekitar 100 meter dan anak tanggapun tidak terlalu banyak seperti curug-curug pada umumnya. Setelah melewati anak tangga ini, kita disuguhkan pemandangan hamparan sawah dan gunung.
Setelah melalui perjalanan kurang lebih selama 2 jam, sampailah kami di pintu gerbang Curug Ciherang. Untuk tiket masuk dikenakan Rp 35.000/motor. Dari pintu gerbang menuju parkiran sekitar 200 meter dengan separuh jalan masih bebatuan dan pengendara harus hati-hati karena jika turun hujan jalanan cukup licin. Dari parkir menuju curugnya tidak jauh sekitar 100 meter dan anak tanggapun tidak terlalu banyak seperti curug-curug pada umumnya. Setelah melewati anak tangga ini, kita disuguhkan pemandangan hamparan sawah dan gunung.
Sebelum
sampai ke curugnya, kita akan melihat rumah pohon. Ini merupakan spot untuk
berfoto ria. Rumah pohon ini bisa menampung sampai 30 orang. Tapi, untuk masuk
ke rumah pohon pengunjung dikenakan tarif sebesar Rp 2.000/orang/5 menit. Saat itu pengunjung yang masuk rumah pohon sangat banyak, jadi kami
putuskan untuk ke curugnya dulu.
Karena
saat itu hari minggu, para pengunjung sudah mulai banyak yang memadati curug
tersebut. Tapi, itu tidak menghalangi kami untuk mengambil spot foto yang
cantik meski berlatar banyak orang . Air
terjunnya cukup deras, dengan air yang segar dan dingin. Di dekat air terjun
ada batu besar yang menjadi spot foto para pengunjung.
Setelah
puas foto dekat air terjun utama, kami menyusuri sepanjang aliran air terjun.
Tidak jauh dari sana terdapat “air terjun mini” dengan kolam yang sudah terpasang
hammock sebagai tempat bersantai untuk
para pangunjung. Namun, lebih dijadikan spot foto. Di
samping spot hammock, masih terdapat juga “air terjun mini” yang dibawahnya
seperti kolam dan banyak dijadikan tempat berenang untuk anak-anak.
Nah,
sekitar 50 meter dari spot diatas, terdapat tempat yang dikelilingi batu besar
yang dimana pada saat itu ada beberapa orang yang sedang memasak. Ternyata
disana dipebolehkan untuk membawa alat masak. Tapi, tetap ya harus menjaga
kebersihan .
Kami pun
beristarahat dekat mereka yang sedang masak. Minta makan? tentunya tidak ya.
Hehe….kebetulan kami membawa makanan sendiri. Disekitar sana masih banyak
batu-batu besar yang bisa dijadikan tempat beristrahat dan bersantai bagi
pengunjung.
Bagi
kalian yang mau mengunjungi curug ciherang lebih baik membawa makanan/snack
dari rumah. Karena, disini hanya ada warung kecil yang dominan menjual pop mie
dan minuman saja. Jika mau membeli makanan, sebelum masuk Desa Sukamakmur.
Karena sepanjang Sukamakmur tidak ada mini market sejenis indoma*t. Kalau
warung-warung kecil masih banyak, tapi belum tentu lengkap dan snack yang kita
inginkan ada disana.
Satu jam
beristarahat, cuaca mendung dan hujan pun mulai turun. Kami bergegas
meninggalkan spot air terjun menuju ke rumah pohon. Sebelum sampai ke rumah
pohon, hujanpun berhenti. Ini wow banget loh guys, baju sudah cukup basah .
Okay,
kami lanjutkan untuk masuk ke rumah pohon. Walau ngantri, tapi dibela-bela in
deh untuk tetap masuk. Sayang banget kan udah jauh-jauh kesana, tapi tidak
masuk ke rumah pohonnya. Setelah menunggu antrian sekitar 10 menit, waktunya
kami masuk ke rumah pohon. Taraaaaa….. untuk naik ke rumahnya desak-desakan.
Diataspun hanya sekali lewat saja dan kami turun lagi.
Sipp…kita
foto-foto dijembatannya ajalah dari
pada celaka 😂
Setelah
puas foto-foto manja di rumah pohon waktunya go home. Untuk pulangnya jalan yang dilalui kebanyakan turunan yang masih berliku, namanya juga dari tempat yang tinggi. Jadi, pulangnya turun gunung 😁. Jangan lupa, kalau mau kesini jangan asal membawa kendaraan. Tetap harus membawa kendaraan yang sehat wal afiat guys. Apalagi rem harus benar-benar dicek. Tidak hanya kendaraan saja yang sehat, badan pun harus tetap vit 😘
Salam Traveler 😍
No comments:
Post a Comment