Menyambut
tahun baru di kebun Duren
Cerita
ini terjadi pada akhir tahun 2012. Pada tanggal 28 Desember 2012 saya berencana
untuk liburan akhir tahun ke kota pempek-pempek, yahh…Palembang tentunya.
Hhmm…sebenarnya si bukan hanya untuk liburan saja kesana, tapi mau melepaskan
penat dengan masalah-masalah yang sudah terjadi pada saat itu *curcol*.
Akhirnya saya putuskan untuk kepalembang. Oiya, Palembang bukan kota yang asing
bagi saya, setiap lebaran saya dan keluarga mudik kesana, lebih tepatnya diPrabumulih.
Disana kampung halaman kami. Ayah dan mama memang asli orang sana, kami
dibogor bisa dibilang orang rantauan.
Nahhh…kembali
lagi ke liburan akhir tahun, saya menuju kepalembang memakai transportasi
darat. Pasti pada banyak yang bertanya.Kenapa gak pake pesawat aja, kan
perjalanan Cuma 1 jam? Iyah si, naik pesawat memang lebih cepat sampai.
Tapiiiii….. saya merupakan tipe orang yang sangat menyukai perjalanan dan suka
banget sama pemandangan alam. Kalau naik pesawat Cuma bisa lihat burung-burung
yang bertebangan diangkasa…hehehe…. Apalagi udah 4 kali lebaran gak mudik
kesana (bang toyib kalah, dia ga balik kekampung cuma 3 kali lebaran, hehe…).
Perjalanan kepalembang memakai transportasi darat pastinya harus melalui
pelabuhan merak-bakauheni. Disinilah chmstry nya guys…perjalan laut kurang
lebih 2 jam. Hhmm….Angin lautnya, hentakan gelombang lautnya.
Waahh,,,pemandangan yang benar-benar asyikk…
Singkat
cerita, sampailah saya di prabumulih. Satu hari setelah beristirahat, menjelang
H-1 tahun baru 2013 kakak ku Hairul dan Istrinya Yunda Evi mengajak saya
jalan-jalan ke kebun duren didaerah tanjung enim. Saya langsung siap-siap dong,
secara kebun duren (duren adalah buah kesukaan saya). Sesampainya kami di
tanjung enim, ternyata untuk sampai ke kebun durennya harus berjalan kaki.
Kendaraan roda empat tidak bisa masuk, motor si bisa, tapi itupun hanya
motor-motor yang untuk berkebun saja. Para motor itu khusus untuk mengangkut
duren-duren dari kebun tersebut dan jalanannya pun berbukit-bukit. Tapi semua
itu tidak mematahkan semangat kami untuk tetap kekebun duren. Kalau kata nenek
yang mengantar kami untuk masuk kekebun duren itu, perjalanannya hanya 15
menit. Tanpa piker panjang kamipun langsung berjalan menuju kebun
tersebut,eittsssss…..tiba-tiba langkah kaki saya dihentikan oleh ka iyung
(panggilan kakak ku yang tadi hairul). Hhmm…ternyata saya disuruh pakai sandal
tanpa hak, hehe…maklum, saya kan pecinta berat highhells dan wedges guys. Okay,
demi berlanjutnya perjalanan kami, saya pun langsung mengganti dengan sandal
cross.
Perjalanan menuju kebun duren tidak hanya saya dan keluarga saja ternyata, tapi banyak para warga sekitar juga yang lalu lalang. Mereka keluar masuk kebun duren untuk mengambil duren-duren yang sudah berjatuhan dikebun masing-masing. Yahh...memang akhir tahun 2012 lagi musim duren. Ternyata mereka kuat-kuat loh guys, ada nenek-nenek yang mengangkut duren memakai ambung yang diangkutin dikepalanya *wahh..ga bikin pusing Nek? :D*. Dipertengahan jalan saya bertemu seorang nenek yang sedang menggendong ambung berisikan RATU DUREN. Percaya gak si guys, itu bener-bener RATU DUREN deh, ukurannya sangat besar melebihi ukuran duren montong, mungkin sekitar 3x duren montong lah.Saya gak sempet ambil foto nya, maklum wktu itu saking terkesima melihat ukurannya yang super big. Dan yang lebih mengejutkannya lagi ternyata kalau si RATU DUREN itu dibeli langsung dari kebun hanya 15 RIBU RUPIPAH. Wuuiihhhhh.....bahagia bgt tuh kalau makan duren itu sendirian. Sayangnya si RATU DUREN itu udh ada yg pesen, jd saya ga bisa makannya deh.
Nah, kalau yang duren dengan ukuran biasa harganya cuma 2 RIBU RUPIAH, bahkan bisa mencapai 5 RIBU dapet 3 duren, itu kalau langsung dari kebunnya. Kalau sudah dipedagang-pedagang eceran masih tetap murah kok, cm 5 ribuan. Masih murah kan? pasti lah, dibandingkan harga duren yang sudah sampai di kota bogor satu duren saja bisa mencapai 30 ribuan.kalaupun ditawar-tawar paling dapet 50 ribu 2 buah *pengalaman xixixi...*
Perjalanan
kami sudah melebihi 15 menit guys, namun kebun duren yang dituju belum juga
terlihat. Si nenek dengan langkah kakinya yang masih gagah berkata,
“dikit lagi nak, 15 menit lagi juga sampai”. Kami dengan wajah yang sudah lelah terus melangkahkan kaki sambil berkata dalam hati “15 menit lg? kan udh lebih 15 menit nek” hikksss…. Sepanjang perjalanan kami foto-foto, tetaplah narsis , hehe….kebetulan saudara ipar saya yang bernama Nia Mato juga (Mato=Maniak foto). Jadi saya punya teman yang sama-sama MATO juga, hehehe…. Foto-foto itu ada manfaatnya juga loh guys, perjalanan jadi ga terasa lama. Walaupun setelah 1 jam perjalanan kami baru sampai kebun duren yang dituju. Nahh…jd maksud nenek tadi bilang Cuma 15 menit ?????? hahaha….kalimat itu bikin kami ngakak, yahh…mungkin saja benar kata nenek itu Cuma 15 menit karena dia sudah terbiasa keluar masuk menuju kebun duren. Tentunya memang kaki-kaki kami yang terlalu manja tidak pernah berjalan kaki, hehe….
“dikit lagi nak, 15 menit lagi juga sampai”. Kami dengan wajah yang sudah lelah terus melangkahkan kaki sambil berkata dalam hati “15 menit lg? kan udh lebih 15 menit nek” hikksss…. Sepanjang perjalanan kami foto-foto, tetaplah narsis , hehe….kebetulan saudara ipar saya yang bernama Nia Mato juga (Mato=Maniak foto). Jadi saya punya teman yang sama-sama MATO juga, hehehe…. Foto-foto itu ada manfaatnya juga loh guys, perjalanan jadi ga terasa lama. Walaupun setelah 1 jam perjalanan kami baru sampai kebun duren yang dituju. Nahh…jd maksud nenek tadi bilang Cuma 15 menit ?????? hahaha….kalimat itu bikin kami ngakak, yahh…mungkin saja benar kata nenek itu Cuma 15 menit karena dia sudah terbiasa keluar masuk menuju kebun duren. Tentunya memang kaki-kaki kami yang terlalu manja tidak pernah berjalan kaki, hehe….
Sesampainya
dikebun duren, kami sudah disiapkan sama yang punya kebun untuk menyantap buah
duren yang memang masak jatuh . Wuuiihhhhh….nikmatnya guysssss. Kapan lagi
makan buah duren dari kebunnya langsung + makan sepuasnya + grettoongggggggg,
hahahaha…di bogor juga ada si kebun duren Warso, tapi kan disana harus bayar
:D. Lelahnya perjalanan tadi benar-benar terbayarkan impas deh guys, daging
durennya benar-benar membuat lidah ini tak henti merasakannya. Ditambah lagi
ada duren tembaga, yuppzz,,,duren tembaga itu duren yang berwarna kuning dan dagingnya sangat lunak. mmmm...yammiiii bgt deh ! Saya sendiri habis 3 buah loh, itu makan sendirian pula, hehehe...maklummm...saya benar-benar pencinta buah duren. Ketika kami sedang asyik menikmati duren, ada musik alam lohh. Musik itu dari suara duren yang jatuh, hehe...saat duren-duren itu jatuh, si penunggu kebunnya pun langsung mencari arah jatuhnya dan langsung mengambil duren-durennya. Horor juga si waktu itu, secara disekitar kami pohon duren semua, ada rasa khawatir menyelimuti kali-kali aja buah durennya jatuh pas kena kepala kami *takut*.
Kami sekeluarga menghabiskan H-1 tahun lebaran dikebun duren. kami baru keluar dari kebun duren petang hari, sekitar jam 5 sore. Ka2k ku membawa 5 buah duren dari kebun tadi. Dikit yah guys? yahh...tapi mau bagaimana lagi, perjalanan jaaauuuhhhhh dan berbukit-bukit, cuma sanggup bawa segitu. Setelah keluar dari kebun duren, kami menumpang mandi dirumah pemilik kebun tersebut. eeittsssss,,,,tp saudara ipar saya Nia, mengajak mandi di sungai. Hhmm...gak biasa si sebenernya mandi di alam terbuka walaupun memakai selembar kain :(. Tapi, buat pengalaman akhirnya saya ikut mandi di sungai. wahhhh..ternyata sungainya sangat jernih dan bersih, alirannyapun lumayan deras. benar-benar segarrrr, seharian dengan perjalanan kaki yang cukup ekstrim,sekarang diguyur air sungai yang dingin. Selesainya mandi dan makan, kami langsung pamit pulang sama si nenek. Kami pulang dari rumah tersebut sdh jam 7 malam lah, satu persatu memasuki mobil.Dan ka2k pun mulai menjalankan mobilnya. sepanjang perjalanan pulang suara petasan dan percikan kembang api tak henti menghiasi langit-langit.





No comments:
Post a Comment